![]() |
| Muna Masyari |
Muna Masyari adalah salah satu cerpenis Indonesia yang dikenal karena konsistensinya merawat tradisi, budaya lokal, dan suara perempuan dalam karya-karyanya. Lahir dan besar di Pamekasan, Madura, ia tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan nilai-nilai kultural yang kemudian banyak mewarnai imajinasi serta lanskap cerita-ceritanya. Sejak kecil, ia telah memiliki ketertarikan kuat pada dunia baca dan tulis—sebuah kegemaran yang kelak menjadi jalan hidupnya sebagai penulis.
Meski menjalani peran sebagai ibu rumah tangga dan bekerja sebagai penjahit, Muna tidak pernah menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk berhenti berkarya. Justru dari rutinitas itulah ia menemukan ritme kreatifnya sendiri. Dalam berbagai kesempatan, ia menceritakan bahwa ide-ide sering datang di sela aktivitas sehari-hari. Laptopnya nyaris selalu terbuka saat ia bekerja menjahit. Bagi Muna, menulis tidak menunggu waktu luang, melainkan dikerjakan bersamaan dengan kehidupan itu sendiri—sebuah praktik disiplin kreatif yang jarang dimiliki banyak orang.
Karya-karya Muna Masyari dikenal kuat dalam menggambarkan realitas sosial masyarakat Madura, terutama yang berkaitan dengan tradisi, relasi kuasa, serta pengalaman perempuan. Ia tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga merekam denyut kehidupan lokal dengan detail yang hidup dan penuh empati. Gaya bertuturnya cenderung tenang, namun menyimpan lapisan makna yang dalam, sering kali menyentuh isu-isu sensitif dengan cara yang halus namun mengena.
Nama Muna mulai mendapat perhatian luas di kancah sastra nasional ketika cerpennya berjudul Kasur Tanah terpilih sebagai Cerpen Terbaik Pilihan Kompas tahun 2017. Penghargaan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kepenulisannya, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai cerpenis yang patut diperhitungkan. Cerpen tersebut menampilkan kekuatan khas Muna: menghadirkan realitas lokal dengan kedalaman psikologis serta sensitivitas budaya yang kuat.
Selain itu, kumpulan cerpen Martabat Kematian juga memperoleh pengakuan bergengsi melalui Anugerah Sutasoma dari Balai Bahasa Jawa Timur pada tahun 2020. Buku ini memperlihatkan kematangan estetik dan tematik Muna dalam mengolah tema kematian, martabat manusia, dan nilai-nilai tradisional yang sering kali berbenturan dengan realitas modern.
Karya lainnya, Rokat Tase’, mendapatkan apresiasi dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Judul ini sendiri merujuk pada tradisi masyarakat pesisir Madura, yang kembali menegaskan kedekatan Muna dengan akar budaya lokal sebagai sumber inspirasi utama. Dalam kumpulan ini, ia memperlihatkan kemampuannya merangkai cerita yang tidak hanya artistik, tetapi juga memiliki nilai dokumentatif terhadap tradisi yang mulai tergerus zaman.
Pada Juni 2023, Muna kembali menerbitkan karya terbarunya berjudul Kembang Selir melalui penerbit Diva Press. Buku ini melanjutkan eksplorasinya terhadap kehidupan perempuan, relasi sosial, serta kompleksitas budaya yang melingkupi kehidupan masyarakat. Seperti karya-karya sebelumnya, “Kembang Selir” menunjukkan konsistensi Muna dalam menjaga identitas kultural sekaligus menghadirkan perspektif kritis terhadap realitas sosial.
Sebagai penulis, Muna Masyari tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga memperjuangkan keberlanjutan narasi lokal di tengah arus globalisasi. Ia membuktikan bahwa dari ruang domestik sekalipun, lahir karya-karya yang mampu menembus panggung nasional. Ketekunannya menulis di tengah keterbatasan waktu menjadi inspirasi tersendiri, terutama bagi perempuan yang ingin berkarya tanpa harus meninggalkan peran domestik mereka.
Melalui karya-karyanya, Muna telah menunjukkan bahwa sastra bukan sekadar ekspresi, tetapi juga medium untuk merawat ingatan kolektif, mempertanyakan norma, dan memberi ruang bagi suara-suara yang kerap terpinggirkan. Dengan pijakan kuat pada tradisi dan kepekaan terhadap realitas sosial, ia terus menjahit kata demi kata, menghadirkan cerita yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna.
(Redaksi Sastra Perempuan)
