Ketika Suara Perempuan Perlahan Menghilang dari Dunia Sastra
Para santriwati/mahasiswi IDIA Al-Amien Prenduan saat mengikuti latihan menulis fiksi Banyak perempuan memas…
Para santriwati/mahasiswi IDIA Al-Amien Prenduan saat mengikuti latihan menulis fiksi Banyak perempuan memas…
Bagaimana sastra menjadi ruang pencatatan dan perlawanan perempuan terhadap hegemoni yang tertanam dalam stru…
Artikel ini mengkaji pentingnya menjaga konsistensi dalam karya sastra perempuan dengan fokus pada pemajuan p…
Membaca dengan Perasaan, Memahami dengan Kehidupan Sastra tidak hanya dibaca dengan mata, tetapi juga dengan …
Sastra bukan sekadar kumpulan kata yang indah atau cerita pengisi waktu luang. Lebih dari itu, sastra adalah …
Junaidi Khab * Pada Minggu, 28 Agustus 2016 cerita pendek (cerpen) karya N. Mursidi berhasil tayang di salah …
Posisi, peran, dan dinamika perempuan dalam ranah kesenian tradisional Madura, dilihat dari akar sejarah, kon…
Perkembangan sastra perempuan di Indonesia menunjukkan perubahan besar dari masa ke masa. Dari perjuangan bat…
Tangkapan layar salah satu adegan film "Gadir Kretek" (youtube) Sastra kontemporer menghadirkan per…
Perempuan kerap disingkirkan dari akses-akses menuju pemberdayaan. Bukan karena ketidakmampuan, melainkan kar…
Di tengah dunia yang masih kerap menempatkan perempuan dalam posisi terbatas, sastra hadir sebagai ruang yang…
Ada masa ketika perempuan menulis dalam diam—bukan karena tidak memiliki suara, melainkan karena suara itu ti…
Esai ini menelusuri peran dan kreativitas perempuan dalam dunia sastra, dari ruang sunyi yang dibatasi hin…
Our website uses cookies to improve your experience. Learn more
Oke