Siapa yang Perduli?
siapa yang perduli kalau puisiku tak pernah dibaca para bidadari siapa yang perduli kalau sekdar berpuisi bis…
siapa yang perduli kalau puisiku tak pernah dibaca para bidadari siapa yang perduli kalau sekdar berpuisi bis…
akulah sungai yang kautinggalkan lantaran musim air tak juga henti menyalahkan alirku hanyalah kata lain menc…
pernah kubuka wajahmu sebagai pintu berwarna biru, menjanjikan sesuatu lantas kukunci; suatu kisah kasih mera…
Surabaya, seperti juga kampungku kini Sang surya diburu pagi Anak kecil bertopi, petani bertopi Ibu bernyanyi…
Pada bumiku yang berkapur, tak lagi kauderapkan karapan sapimu Kau ingin menyutradarai kematian tradisi, juga…
bukan lantaran kau menahan nafasmu antara hidup dan mati di ruang bersalin yang mewah dengan kamar mandi bera…
hari ini anakku mengajak ke swalayan tempat diperdagangkan segala kenyamanan dan kemudahan tapi tak akan ia t…
aku lahir dari rahim garam bertemu asam yang dibawa angin lalu kita mengaji tentang ayat-ayat yang berdebur i…
adat itu pengikat kekhidmatan, bukan lantaran kepatuhan kepada cinta yang merona kalau pada akhir…
di beranda, melongoklah aku ke seberang jalan sebuah kereta kuda dihentikan waktu, tetapi bukan Pangeran yang…
Our website uses cookies to improve your experience. Learn more
Oke