Rakaat Langkah

kaki yang lungkrah
belum lagi tegak
panggilan adzan keberangkatan
berkoar di ujung perempatan

orang-orang perindu
melepaskan ikatan takbiratul ihram
dengan kegelisahan yang tersayat sepanjang halaman
aku berangkat jua,
doa Ibu meluapi rongga dada

lepas dari Suramadu, kota-kotamemelukku
sunyi dan ketakutan berpatahan; hilang
dicairkan pesona bulan yang rebahan di pundakmu

antara ruku’ dan sujud
dengung puisimu dan langkah matahari tenggelam
ada harapanku tumbuh lalu menjalar ke ingatan


(Nurul Ilmi Elbana)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama