Telur Dadar

Hampir tiap hari kau memakan telur
Telur yang menyatu dalam kocokan penuh cinta
Kau berucap telur ini seperti kita "kau kuningnya dan aku putihnya" sambil nyengir
Entah yang kau maksud adalah kita menyampur berbaur sampai tak ada batas bahwa aku kuning dan kau putih
Semuanya menyatu

Dan ketika telur sudah habis, kau berkata tadi sedikit asin sayang

Sumenep, 12 April 2016




(Benazir Nafilah)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama