Mikraj Cinta V

Wahai Maulana
Bila perpisahan tangkai bambu dengan rumpunnya
Seumpana kepedihan api dan bara berkobaran
Dengan suara yang hanya difahami langit
Lalu aku mulai faham
bahwa seruling tak akan pernah bersuara indah
Tanpa melalui pedih perpisahan
Dengan rumpunnya yang menguning
Seperti anggur yang digiling
 Sebelum menjadi minuman yang menyegarkan

Bukankah mawar tak akan menebarkan wangi
Bila mereka tak memendam duri

Jakarta, 8 November 2016


(Maftuhah Jakfar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama