Puisi Weni Suryandari

Taman Laut

Ke taman laut, air duka mengalir terumbu karang pecah bergulir Seorang penyelam berenang membawa jantungku. A…

Qodar

Ini bukan air mata yang semula kukira terbit dari duka yang merapat di dermaga pertama sebuah episode sedih s…

Rumah Lupa

Kita berjalan di dua arah berbeda Seperti pengembara tersesat yang mencari Kesetiaan malam di lubuk-lubuk pag…

Daun Tebu

Kekasihku bernama masa kecil, ia perlahan hadir Merayapi kepala, ada semerbak telon dan mangir Aroma pohon te…

Mawar Gugur

Malam ini kenangan berjatuhan dari langit Menggenangi jalanan dan lubang sempit Angin kesiur dingin, memberi …

Mawar Berduri

1) Deras hujan di jalanan, suara tangis samar dari bibir kamar Terbakar rindu berlompatan dari mata bayang ba…

Panen Air Mata

Hujan sayup terdengar perih dalam desau angin dingin daun-daun pucat, kata-kata mabuk kesedihan dalam tubuh p…

Pohon Perempuan

Tempat segala sayap mengepak, mencipta angin Engkau begitu kuat, kadang-kadang seperti albatross mengangkasa …

Perempuan Laut

Seperti melihat tubuh dalam cermin waktu Aku tenggelam dalam percakapan diri, riak kecil, rambut halus bagi…

Tak ada hasil yang ditemukan