Ketika Suara Perempuan Perlahan Menghilang dari Dunia Sastra
Para santriwati/mahasiswi IDIA Al-Amien Prenduan saat mengikuti latihan menulis fiksi Banyak perempuan memas…
Para santriwati/mahasiswi IDIA Al-Amien Prenduan saat mengikuti latihan menulis fiksi Banyak perempuan memas…
Tokoh-tokoh sastrawan perempuan Indonesia sebelum kemerdekaan, bagaimana mereka mengolah pengalaman hidup dan…
Bagaimana sastra menjadi ruang pencatatan dan perlawanan perempuan terhadap hegemoni yang tertanam dalam stru…
Perjalanan hidup perempuan tradisional di pelosok pedesaan yang menjadi penjaga sekaligus pengelola kearifan …
Di banyak pelosok Nusantara, suara gamelan pertama yang kita dengar sering kali lahir dari ibu yang menimang …
Melamar Lewat Pangadâ’: Adat Menjaga Kehormatan Orang Madura, terutama yang kolot, memandang hubungan lawan j…
Perempuan Madura: Kerja Keras Tanpa Pilih Kasta Ungkapan Madura “Mon sèyang dhâddhi ghâmparan, mon malem …
Cerpen : El Er Iemawati “Mas, udah malam lho. Kenapa nggak nginap saja?” Suara Miswan terdengar berat…
Nyai Hj. Fatmah Mawardi adalah ulama perempuan Madura yang mencintai seni, namun seni yang ia pilih bukan se…
Artikel ini mengkaji pentingnya menjaga konsistensi dalam karya sastra perempuan dengan fokus pada pemajuan p…
Dalam sejarah sastra Indonesia modern, nama Fatimah Hasan Delais atau Hamidah sering berada di antara bayang-…
Sariamin Ismail (Selasih) (1909–1995) Di tengah dunia sastra Indonesia yang pada awal abad ke-20 didominasi k…
Perempuan adalah wajah kehidupan yang paling akrab dengan ketabahan. Di balik kelembutan sikapnya, tersimpan …
Membaca dengan Perasaan, Memahami dengan Kehidupan Sastra tidak hanya dibaca dengan mata, tetapi juga dengan …
Our website uses cookies to improve your experience. Learn more
Oke